Amalan-amalan yang Pelakunya Didoakan oleh Malaikat

AMALAN-AMALAN YANG MENDAPATKAN DOA MALAIKAT

Syirik akbar adalah perbuatan syirik yang dapat menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Orang yang melakukan syirik besar akan ditimpa 3 musibah :

1. Bertobat dengan taubat yang nasuha dan mengikuti jalan kebenaran

Allah ﷻ berfirman,

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ. رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ. وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. Dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. Gafir: 7-9)

Ancaman ini berlaku untuk umat Rasulullah Muhammad ﷺ dan juga umat seluruh utusan Allah sebelumnya. Demikian pula dalam ayat yang lain, setelah menyebutkan para utusan-Nya, Allah kemudian berfirman mengenai mereka,

2. Bersedekah

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Setiap kali seorang hamba memasuki waktu pagi, maka ada dua malaikat yang turun. Malaikat pertama akan berdoa, “Ya Allah berikan ganti bagi orang yang berinfak.” Sedangkan malaikat kedua akan berdoa, “Ya Allah musnahkanlah bagi orang yang menahan infaknya”” (HR. al-Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)

As-Suyuti rahimahullah berkata, “Yang dimaksud infak di sini adalah infak wajib. Adapun infak yang sunnah tidak masuk dalam doa ini.” (Syarah Shahih Muslim hadits no. 010)

Sebagai contoh ada seorang hamba yang selama 60 tahun melakukan amal saleh, kemudian sebelum meninggal dunia dia melakukan syirik besar, maka amalannya selama 60 tahun tersebut baik berupa haji, sedekah, infak, dan berbakti kepada orang tua, seluruhnya gugur. Karena dia akhiri amalannya dengan berbuat syirik besar kepada Allah ﷻ.

3. Selalu shalat di saf pertama

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَل

“Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang menempati saf pertama.” (HR. Abu Dawud no. 664, an-Nasai no. 811. Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Shahih”.)

Jika seseorang meninggal dunia dalam kondisi berbuat maksiat, misalnya sedang berzina, atau karena bunuh diri, atau merampok lalu meninggal karena ditembak polisi, maka dia telah melakukan dosa besar yang mana belum sempat bertobat sehingga terancam dengan neraka Jahanam. Akan tetapi masih ada kemungkinan bagi Allah untuk mengampuninya.

Berbeda halnya jika dia meninggal dalam keadaan berbuat syirik besar dan belum sempat bertobat, maka mustahil diampuni oleh Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

 “Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari ayat-ayat Allah (mendustakan ayat-ayat Allah) maka tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rāf: 40)
 
Orang musyrik mustahil masuk ke dalam surga kecuali setelah onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum. Sedangkan tidak mungkin ada onta yang bisa masuk ke dalam lubang jarum, artinya tidak mungkin orang musyrik itu masuk surga.
 
4. Berada ditempat shalat setelah shalat selesai
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 

المَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، مَا لَمْ يُحْدِثْ، تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Para malaikat senantiasa bershalawat kepada seseorang yang masih berada di tempat shalatnya selama dia belum batal wudhunya. Malaikat tersebut berdoa, “Ya Allah ampunilah orang ini! Ya Allah rahmatilah orang ini!””. (HR. al-Bukhari no. 445)
 
5. Mengajarkan kebaikan
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ

 
“Sungguh! Allah, para malaikat, semua penduduk langit dan bumi, bahkan semut dan ikan paus, benar-benar bershalawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. at-Tirmidzi no. 2685. Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Shahih”. Lihat Shahihul Jami’ no. 4213)
 
6.  Menjenguk orang sakit atau mengunjungi karib kerabat
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
 

مَنْ عَادَ مريضًا، أو زار أَخًا له في اللهِ، ناداه منادٍ: أنْ طِبْتَ وطابَ مَمْشاكَ، وتبوَّأتَ من الجنةِ مَنزِلًا

 
“Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka akan ada malaikat yang berkata kepadanya, “Semoga Allah menjadikan kehidupan dunia dan akhirat mu menjadi baik, menghiasi kalian dengan akhlak mulia, dan siapkanlah diri kalian untuk menempati surga-Nya.”” (HR. At-Tirmidzi no. 2008)
 
7.  Mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
 

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ    

 
“Setiap kali seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka akan ada malaikat yang berkata, “Semoga kamu mendapatkan yang semisal doa itu.”” (HR. Muslim no. 2732)
 
8.  Melaksanakan sahur
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
 

السحور أكله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله وملائكته يصلون على المتسحرين

 
“Sahur adalah makanan yang berbarokah, maka jangan pernah meninggalkannya! Meskipun hanya dengan satu tegukan air. Karena Allah dan malaikat bershalawat kepada orang-orang yang melaksanakan sahur.” (Lihat Shahihul Jami’ no. 3683)
 
9.  Berdoa kepada Allah saat mendengar ayam berkokok di waktu subuh
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
 

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ؛ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا ، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

 
“Jika kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mintalah karunia kepada Allah, karena saat itu dia melihat malaikat. Adapun jika kalian mendengar ringkikan keledai maka berlindunglah kepada Allah dari setan, karena saat itu dia melihat setan.” (HR. Bukhari no. 3303 dan Muslim no. 2729)
 
An-Nawawi berkata, “Kita diperintahkan untuk berdoa saat itu disebabkan karena berharap malaikat itu mengaminkan doa kita dan memohonkan ampunan untuk kita.” (Syarah Shahih Muslim hadits no. 2729)

Gedung Madrasah

Kegiatan belajar santri santri ditunjang oleh gedung madrasah yang terdiri dari 2 lantai dengan ruang kelas yang cukup luas ,bersih, nyaman dan memadai.

Asrama

Sarana peristirahatan santri ditunjang oleh asrama yang bersih dan representatatif (10 Santri/kamar) kamar tidur susun, lemari dan kamar mandi.

Perpustakaan

Berupya menyediakan bahan buku bacaan dan bahan-bahan penunjang pengajaran. Hal ini diharapkan agar perpustakaan dapat memperkaya Ilmu kepada Santri.

Masjid

Sarana Ibadah santri ditunjang Masjid Saif ghanim Saif as suwaidy juga di manfaatkan santri untuk belajar malam, Menghafal dan muroja’ah hafalan.

UKS

UKS sebagai sarana pertolongan pertama bagi santri yang mengalami sakit atau cidera. Terdiri dari tempat tidur alat kesehatan dan obat-obatan.

LAB Komputer

Untuk menunjang kegiatan pembelajaran santri yang membutuhkan komputer. Juga terdapat fasilitas koneksi Internet, papan tulis, proyektor, meja, kursi, dan lainnya.

Gedung Olahraga

Tempat para santri melakukan kegiatan ekstrakulikuler Sepak bola , Badminton, Voli, Basket, Tenis meja, pramuka, pancak silat dan memanah.

Math'am

Merupakan sarana makan dan minum santri 3x sehari. Menyediakan makanan yang bergizi sebagai upaya menjaga kesehatan santri dan pelajaran mudah dicerna dengan baik.  

Makshof/Kantin

Menyediakan makanan dan minuman sehat  dan kebutuhan lain seperti alat tulis, Buku, Seragam dan lain-lain. Sistem pembayaran dengan Scanner kartu RFID.

Profil PIAT 6 Bondowoso

Amalan-amalan yang Pelakunya Didoakan oleh Malaikat

AMALAN-AMALAN YANG MENDAPATKAN DOA MALAIKAT
Syirik akbar adalah perbuatan syirik yang dapat menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Orang yang melakukan syirik besar akan ditimpa 3 musibah :
1. Bertobat dengan taubat yang nasuha dan mengikuti jalan kebenaran
Allah ﷻ berfirman,
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ. رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ. وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. Dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. Gafir: 7-9)
Ancaman ini berlaku untuk umat Rasulullah Muhammad ﷺ dan juga umat seluruh utusan Allah sebelumnya. Demikian pula dalam ayat yang lain, setelah menyebutkan para utusan-Nya, Allah kemudian berfirman mengenai mereka,
2. Bersedekah
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Setiap kali seorang hamba memasuki waktu pagi, maka ada dua malaikat yang turun. Malaikat pertama akan berdoa, “Ya Allah berikan ganti bagi orang yang berinfak.” Sedangkan malaikat kedua akan berdoa, “Ya Allah musnahkanlah bagi orang yang menahan infaknya”” (HR. al-Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)
As-Suyuti rahimahullah berkata, “Yang dimaksud infak di sini adalah infak wajib. Adapun infak yang sunnah tidak masuk dalam doa ini.” (Syarah Shahih Muslim hadits no. 010)
Sebagai contoh ada seorang hamba yang selama 60 tahun melakukan amal saleh, kemudian sebelum meninggal dunia dia melakukan syirik besar, maka amalannya selama 60 tahun tersebut baik berupa haji, sedekah, infak, dan berbakti kepada orang tua, seluruhnya gugur. Karena dia akhiri amalannya dengan berbuat syirik besar kepada Allah ﷻ.
3. Selalu shalat di saf pertama
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَل
“Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang menempati saf pertama.” (HR. Abu Dawud no. 664, an-Nasai no. 811. Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Shahih”.)
Jika seseorang meninggal dunia dalam kondisi berbuat maksiat, misalnya sedang berzina, atau karena bunuh diri, atau merampok lalu meninggal karena ditembak polisi, maka dia telah melakukan dosa besar yang mana belum sempat bertobat sehingga terancam dengan neraka Jahanam. Akan tetapi masih ada kemungkinan bagi Allah untuk mengampuninya.
Berbeda halnya jika dia meninggal dalam keadaan berbuat syirik besar dan belum sempat bertobat, maka mustahil diampuni oleh Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ
 “Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari ayat-ayat Allah (mendustakan ayat-ayat Allah) maka tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rāf: 40)
Orang musyrik mustahil masuk ke dalam surga kecuali setelah onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum. Sedangkan tidak mungkin ada onta yang bisa masuk ke dalam lubang jarum, artinya tidak mungkin orang musyrik itu masuk surga.
4. Berada ditempat shalat setelah shalat selesai
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
المَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، مَا لَمْ يُحْدِثْ، تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
“Para malaikat senantiasa bershalawat kepada seseorang yang masih berada di tempat shalatnya selama dia belum batal wudhunya. Malaikat tersebut berdoa, “Ya Allah ampunilah orang ini! Ya Allah rahmatilah orang ini!””. (HR. al-Bukhari no. 445)
5. Mengajarkan kebaikan
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ
“Sungguh! Allah, para malaikat, semua penduduk langit dan bumi, bahkan semut dan ikan paus, benar-benar bershalawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. at-Tirmidzi no. 2685. Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Shahih”. Lihat Shahihul Jami’ no. 4213)
6.  Menjenguk orang sakit atau mengunjungi karib kerabat
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
مَنْ عَادَ مريضًا، أو زار أَخًا له في اللهِ، ناداه منادٍ: أنْ طِبْتَ وطابَ مَمْشاكَ، وتبوَّأتَ من الجنةِ مَنزِلًا
“Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka akan ada malaikat yang berkata kepadanya, “Semoga Allah menjadikan kehidupan dunia dan akhirat mu menjadi baik, menghiasi kalian dengan akhlak mulia, dan siapkanlah diri kalian untuk menempati surga-Nya.”” (HR. At-Tirmidzi no. 2008)
7.  Mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ    
“Setiap kali seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka akan ada malaikat yang berkata, “Semoga kamu mendapatkan yang semisal doa itu.”” (HR. Muslim no. 2732)
8.  Melaksanakan sahur
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
السحور أكله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله وملائكته يصلون على المتسحرين
“Sahur adalah makanan yang berbarokah, maka jangan pernah meninggalkannya! Meskipun hanya dengan satu tegukan air. Karena Allah dan malaikat bershalawat kepada orang-orang yang melaksanakan sahur.” (Lihat Shahihul Jami’ no. 3683)
9.  Berdoa kepada Allah saat mendengar ayam berkokok di waktu subuh
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ؛ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا ، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا
Jika kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mintalah karunia kepada Allah, karena saat itu dia melihat malaikat. Adapun jika kalian mendengar ringkikan keledai maka berlindunglah kepada Allah dari setan, karena saat itu dia melihat setan.” (HR. Bukhari no. 3303 dan Muslim no. 2729)
An-Nawawi berkata, “Kita diperintahkan untuk berdoa saat itu disebabkan karena berharap malaikat itu mengaminkan doa kita dan memohonkan ampunan untuk kita.” (Syarah Shahih Muslim hadits no. 2729)
Profil PIAT 6 Bondowoso
Berita Terbaru
Dokumentasi Kegiatan
Fasilitas
id_IDIndonesian