Allah Tidak Menerima Sesajen yang Mengandung Kesyirikan – Faidah Tafsir Surat Al-An’am: 13

ALLAH TIDAK MENERIMA SESAJEN YANG MENGANDUNG KESYIRIKAN

Allah ﷻ berfirman,

 َوَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَٰمِ نَصِيبًا فَقَالُوا۟ هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

wa ja’alụ lillāhi mimmā żara`a minal-ḥarṡi wal-an’āmi naṣīban fa qālụ hāżā lillāhi biza’mihim wa hāżā lisyurakā`inā, fa mā kāna lisyurakā`ihim fa lā yaṣilu ilallāh, wa mā kāna lillāhi fa huwa yaṣilu ilā syurakā`ihim, sā`a mā yaḥkumụn

136. Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. (QS. Al-An’am: 136)

TAFSIR

Mereka meyakini bahwa harus ada sebagian dari hewan dan hasil bumi yang disisihkan untuk Allah ﷻ. Hasil bumi yang disisihkan tersebut bukan untuk dijadikan sesajen, akan tetapi untuk diserahkan untuk fakir miskin, kerabat, dan lainnya. Mereka juga meyakini bahwa harus ada sebagian dari hewan yang disisihkan untuk sembahan-sembahan mereka. Hewan tersebut digunakan untuk diberikan kepada para pengurus berhala, atau disembelih dengan nama-nama berhala tersebut. (Lihat: Tafsir al-Baghawi (2/162))

Ini merupakan kedustaan mereka, Allah ﷻ tidak pernah meminta disandingkan dengan sembahan-sembahan selain Allah ﷻ. Seharusnya hewan-hewan tersebut hanya dipersembahkan untuk meraih keridaan Allah ﷻ semata, serta disembelih dengan menyebut nama-Nya ﷻ semata.

Apa yang mereka serahkan untuk sembahan-sembahan selain Allah ﷻ maka tidak akan sampai kepada Allah ﷻ. Sebaliknya, apa yang diserahkan untuk Allah ﷻ maka akan sampai kepada sembahan-sembahan mereka. Misalnya bagian yang mereka siapkan untuk sembahan-sembahan mereka disalurkan untuk berhala dan penjaganya maka akan diganti dengan bagian untuk Allah ﷻ. Adapun jika bagian yang mereka siapkan untuk Allah ﷻ disalurkan untuk orang-orang miskin maka mereka tidak akan menggantinya dengan bagian untuk sembahan mereka. Mereka berkata bahwa bagian Allah ﷻ tidak perlu diganti, karena Allah Mahakaya, sedangkan sembahan-sembahan mereka fakir. (Lihat: Tafsir al-Qurthubi (7/89-90))

Begitu juga ketika bagian untuk Allah ﷻ tercampur dengan bagian untuk berhala, maka mereka akan membiarkannya dan mempersembahkannya langsung kepada berhala, tanpa memisahkannya terlebih dahulu. Sedangkan apabila bagian untuk sembahan mereka tercampur dengan bagian yang akan dipersembahkan untuk Allah ﷻ, maka mereka akan memisahkan bagian berhala, dan mengembalikannya kepada berhala tersebut. Lagi-lagi, karena menurut mereka Allah ﷻ Mahakaya, sedangkan para berhala mereka fakir. (Lihat: Tafsir al-Baghawi (2/162))

intinya mereka lebih banyak membagikan hasil tanaman dan ternaknya kepada sembahan mereka, dibandingkan untuk Allah ﷻ, dengan alasan bahwa Allah ﷻ sebenarnya tidak membutuhkan apa pun dari mereka.

Dalam ayat ini disebutkan dua bentuk kepandiran mereka:

Sisi pertama:  Mereka menyamakan Allah ﷻ dengan berhala-berhala mereka.

Ini merupakan kepandiran yang sangat nyata. Bagaimana bisa Allah ﷻ Sang Pencipta alam semesta nan Mahakaya, disamakan dengan berhala dan patung-patung yang mereka buat?!

Sisi kedua: Aturan-aturan yang mereka buat terkait pembagian kurban, jelas sekali mendahulukan sembahan mereka selain Allah ﷻ. Inilah bukti bahwasanya ada sebagian orang yang mendahulukan selain Allah ﷻ daripada Allah ﷻ.

Lihat tafsir online karya DR. Firanda Andirja, MA : bekalislam.firanda.com/tafsir

Gedung Madrasah

Kegiatan belajar santri santri ditunjang oleh gedung madrasah yang terdiri dari 2 lantai dengan ruang kelas yang cukup luas ,bersih, nyaman dan memadai.

Asrama

Sarana peristirahatan santri ditunjang oleh asrama yang bersih dan representatatif (10 Santri/kamar) kamar tidur susun, lemari dan kamar mandi.

Perpustakaan

Berupya menyediakan bahan buku bacaan dan bahan-bahan penunjang pengajaran. Hal ini diharapkan agar perpustakaan dapat memperkaya Ilmu kepada Santri.

Masjid

Sarana Ibadah santri ditunjang Masjid Saif ghanim Saif as suwaidy juga di manfaatkan santri untuk belajar malam, Menghafal dan muroja’ah hafalan.

UKS

UKS sebagai sarana pertolongan pertama bagi santri yang mengalami sakit atau cidera. Terdiri dari tempat tidur alat kesehatan dan obat-obatan.

LAB Komputer

Untuk menunjang kegiatan pembelajaran santri yang membutuhkan komputer. Juga terdapat fasilitas koneksi Internet, papan tulis, proyektor, meja, kursi, dan lainnya.

Gedung Olahraga

Tempat para santri melakukan kegiatan ekstrakulikuler Sepak bola , Badminton, Voli, Basket, Tenis meja, pramuka, pancak silat dan memanah.

Math'am

Merupakan sarana makan dan minum santri 3x sehari. Menyediakan makanan yang bergizi sebagai upaya menjaga kesehatan santri dan pelajaran mudah dicerna dengan baik.  

Makshof/Kantin

Menyediakan makanan dan minuman sehat  dan kebutuhan lain seperti alat tulis, Buku, Seragam dan lain-lain. Sistem pembayaran dengan Scanner kartu RFID.

Profil PIAT 6 Bondowoso
Berita Terbaru
Dokumentasi Kegiatan
Fasilitas

Gedung Madrasah

Kegiatan belajar santri santri ditunjang oleh gedung madrasah yang terdiri dari 2 lantai dengan ruang kelas yang cukup luas ,bersih, nyaman dan memadai.

Asrama

Sarana peristirahatan santri ditunjang oleh asrama yang bersih dan representatatif (10 Santri/kamar) kamar tidur susun, lemari dan kamar mandi.

Perpustakaan

Berupya menyediakan bahan buku bacaan dan bahan-bahan penunjang pengajaran. Hal ini diharapkan agar perpustakaan dapat memperkaya Ilmu kepada Santri.

Masjid

Sarana Ibadah santri ditunjang Masjid Saif ghanim Saif as suwaidy juga di manfaatkan santri untuk belajar malam, Menghafal dan muroja’ah hafalan.

UKS

UKS sebagai sarana pertolongan pertama bagi santri yang mengalami sakit atau cidera. Terdiri dari tempat tidur alat kesehatan dan obat-obatan.

LAB Komputer

Untuk menunjang kegiatan pembelajaran santri yang membutuhkan komputer. Juga terdapat fasilitas koneksi Internet, papan tulis, proyektor, meja, kursi, dan lainnya.

Gedung Olahraga

Tempat para santri melakukan kegiatan ekstrakulikuler Sepak bola , Badminton, Voli, Basket, Tenis meja, pramuka, pancak silat dan memanah.

Math'am

Merupakan sarana makan dan minum santri 3x sehari. Menyediakan makanan yang bergizi sebagai upaya menjaga kesehatan santri dan pelajaran mudah dicerna dengan baik.  

Makshof/Kantin

Menyediakan makanan dan minuman sehat  dan kebutuhan lain seperti alat tulis, Buku, Seragam dan lain-lain. Sistem pembayaran dengan Scanner kartu RFID.

Allah Tidak Menerima Sesajen yang Mengandung Kesyirikan – Faidah Tafsir Surat Al-An’am: 13

ALLAH TIDAK MENERIMA SESAJEN YANG MENGANDUNG KESYIRIKAN
Allah ﷻ berfirman,
 َوَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَٰمِ نَصِيبًا فَقَالُوا۟ هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ
wa ja’alụ lillāhi mimmā żara`a minal-ḥarṡi wal-an’āmi naṣīban fa qālụ hāżā lillāhi biza’mihim wa hāżā lisyurakā`inā, fa mā kāna lisyurakā`ihim fa lā yaṣilu ilallāh, wa mā kāna lillāhi fa huwa yaṣilu ilā syurakā`ihim, sā`a mā yaḥkumụn
136. Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. (QS. Al-An’am: 136)
 
♦TAFSIR
Mereka meyakini bahwa harus ada sebagian dari hewan dan hasil bumi yang disisihkan untuk Allah ﷻ. Hasil bumi yang disisihkan tersebut bukan untuk dijadikan sesajen, akan tetapi untuk diserahkan untuk fakir miskin, kerabat, dan lainnya. Mereka juga meyakini bahwa harus ada sebagian dari hewan yang disisihkan untuk sembahan-sembahan mereka. Hewan tersebut digunakan untuk diberikan kepada para pengurus berhala, atau disembelih dengan nama-nama berhala tersebut. (Lihat: Tafsir al-Baghawi (2/162))
Ini merupakan kedustaan mereka, Allah ﷻ tidak pernah meminta disandingkan dengan sembahan-sembahan selain Allah ﷻ. Seharusnya hewan-hewan tersebut hanya dipersembahkan untuk meraih keridaan Allah ﷻ semata, serta disembelih dengan menyebut nama-Nya ﷻ semata.
Apa yang mereka serahkan untuk sembahan-sembahan selain Allah ﷻ maka tidak akan sampai kepada Allah ﷻ. Sebaliknya, apa yang diserahkan untuk Allah ﷻ maka akan sampai kepada sembahan-sembahan mereka. Misalnya bagian yang mereka siapkan untuk sembahan-sembahan mereka disalurkan untuk berhala dan penjaganya maka akan diganti dengan bagian untuk Allah ﷻ. Adapun jika bagian yang mereka siapkan untuk Allah ﷻ disalurkan untuk orang-orang miskin maka mereka tidak akan menggantinya dengan bagian untuk sembahan mereka. Mereka berkata bahwa bagian Allah ﷻ tidak perlu diganti, karena Allah Mahakaya, sedangkan sembahan-sembahan mereka fakir. (Lihat: Tafsir al-Qurthubi (7/89-90))
Begitu juga ketika bagian untuk Allah ﷻ tercampur dengan bagian untuk berhala, maka mereka akan membiarkannya dan mempersembahkannya langsung kepada berhala, tanpa memisahkannya terlebih dahulu. Sedangkan apabila bagian untuk sembahan mereka tercampur dengan bagian yang akan dipersembahkan untuk Allah ﷻ, maka mereka akan memisahkan bagian berhala, dan mengembalikannya kepada berhala tersebut. Lagi-lagi, karena menurut mereka Allah ﷻ Mahakaya, sedangkan para berhala mereka fakir. (Lihat: Tafsir al-Baghawi (2/162))
intinya mereka lebih banyak membagikan hasil tanaman dan ternaknya kepada sembahan mereka, dibandingkan untuk Allah ﷻ, dengan alasan bahwa Allah ﷻ sebenarnya tidak membutuhkan apa pun dari mereka.
Dalam ayat ini disebutkan dua bentuk kepandiran mereka:
Sisi pertama:  Mereka menyamakan Allah ﷻ dengan berhala-berhala mereka.
Ini merupakan kepandiran yang sangat nyata. Bagaimana bisa Allah ﷻ Sang Pencipta alam semesta nan Mahakaya, disamakan dengan berhala dan patung-patung yang mereka buat?!
Sisi kedua: Aturan-aturan yang mereka buat terkait pembagian kurban, jelas sekali mendahulukan sembahan mereka selain Allah ﷻ. Inilah bukti bahwasanya ada sebagian orang yang mendahulukan selain Allah ﷻ daripada Allah ﷻ.
Lihat tafsir online karya DR. Firanda Andirja, MA : bekalislam.firanda.com/tafsir
Profil PIAT 6 Bondowoso
Berita Terbaru
Dokumentasi Kegiatan
Fasilitas
id_IDIndonesian