Bahayanya Syirik Besar Jika Tidak Bertobat

BAHAYANYA SYIRIK BESAR JIKA TIDAK BERTOBAT

Syirik akbar adalah perbuatan syirik yang dapat menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Orang yang melakukan syirik besar akan ditimpa 3 musibah :

1. Seluruh amalannya akan gugur

Allah ﷻ berfirman,

و َلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Telah diwahyukan kepada engkau dan juga Rasulullah-Rasulullah sebelum engkau.  Apabila engkau berbuat syirik (syirik akbar) maka akan gugurlah seluruh amalanmu, dan sungguh engkau akan menjadi orang yang merugi (di neraka Jahanam).” (QS. Az-Zumar: 65)

Ancaman ini berlaku untuk umat Rasulullah Muhammad ﷺ dan juga umat seluruh utusan Allah sebelumnya. Demikian pula dalam ayat yang lain, setelah menyebutkan para utusan-Nya, Allah kemudian berfirman mengenai mereka,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Kalau seandainya mereka berbuat kesyirikan maka akan gugur seluruh amalan yang telah mereka lakukan.” (QS. Al An’am: 88)

Ayat ini disampaikan kepada para rasul padahal mereka tentu saja tidak akan melakukan kesyirikan, karena dijaga oleh Allah ﷻ. Jadi maksudnya adalah seandainya Rasulullah Muhammad ﷺ  yang mana beliau adalah manusia yang paling mulia, yang mana surga tidak akan terbuka kecuali diketuk oleh beliau, juga melakukan kesyirikan maka amalannya akan gugur, apa lagi orang-orang yang kedudukannya berada di bawah Rasulullah ﷺ.

Sebagai contoh ada seorang hamba yang selama 60 tahun melakukan amal saleh, kemudian sebelum meninggal dunia dia melakukan syirik besar, maka amalannya selama 60 tahun tersebut baik berupa haji, sedekah, infak, dan berbakti kepada orang tua, seluruhnya gugur. Karena dia akhiri amalannya dengan berbuat syirik besar kepada Allah ﷻ.

2. Dosanya tidak akan diampuni

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa lainnya bagi siapa yang Ia kehendaki.” (QS. An-Nisā: 48)

Jika seseorang meninggal dunia dalam kondisi berbuat maksiat, misalnya sedang berzina, atau karena bunuh diri, atau merampok lalu meninggal karena ditembak polisi, maka dia telah melakukan dosa besar yang mana belum sempat bertobat sehingga terancam dengan neraka Jahanam. Akan tetapi masih ada kemungkinan bagi Allah untuk mengampuninya.

Berbeda halnya jika dia meninggal dalam keadaan berbuat syirik besar dan belum sempat bertobat, maka mustahil diampuni oleh Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

 “Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari ayat-ayat Allah (mendustakan ayat-ayat Allah) maka tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rāf: 40)
 
Orang musyrik mustahil masuk ke dalam surga kecuali setelah onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum. Sedangkan tidak mungkin ada onta yang bisa masuk ke dalam lubang jarum, artinya tidak mungkin orang musyrik itu masuk surga.
 
3. Kekal di dalam neraka Jahanam
 
Allah ﷻ berfirman:
 

ِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَ مَأْوَاهُ النَّارُ وَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang melakukan kesyirikan kepada Allah maka telah Allah haramkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka Jahanam dan tidak ada penolong baginya.”(QS. Al-Maidah: 72)
 
Ketiga musibah ini saling berkaitan. Barang siapa  yang melakukan syirik besar maka seluruh amalannya akan gugur, kemudian jika ia meninggal dalam keadaan belum bertobat maka tidak akan diampuni oleh Allah, dan akan dikekalkan di dalam neraka.
 
Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA. Diambil Dari Buku Syarah Kitabul Jami’

Gedung Madrasah

Kegiatan belajar santri santri ditunjang oleh gedung madrasah yang terdiri dari 2 lantai dengan ruang kelas yang cukup luas ,bersih, nyaman dan memadai.

Asrama

Sarana peristirahatan santri ditunjang oleh asrama yang bersih dan representatatif (10 Santri/kamar) kamar tidur susun, lemari dan kamar mandi.

Perpustakaan

Berupya menyediakan bahan buku bacaan dan bahan-bahan penunjang pengajaran. Hal ini diharapkan agar perpustakaan dapat memperkaya Ilmu kepada Santri.

Masjid

Sarana Ibadah santri ditunjang Masjid Saif ghanim Saif as suwaidy juga di manfaatkan santri untuk belajar malam, Menghafal dan muroja’ah hafalan.

UKS

UKS sebagai sarana pertolongan pertama bagi santri yang mengalami sakit atau cidera. Terdiri dari tempat tidur alat kesehatan dan obat-obatan.

LAB Komputer

Untuk menunjang kegiatan pembelajaran santri yang membutuhkan komputer. Juga terdapat fasilitas koneksi Internet, papan tulis, proyektor, meja, kursi, dan lainnya.

Gedung Olahraga

Tempat para santri melakukan kegiatan ekstrakulikuler Sepak bola , Badminton, Voli, Basket, Tenis meja, pramuka, pancak silat dan memanah.

Math'am

Merupakan sarana makan dan minum santri 3x sehari. Menyediakan makanan yang bergizi sebagai upaya menjaga kesehatan santri dan pelajaran mudah dicerna dengan baik.  

Makshof/Kantin

Menyediakan makanan dan minuman sehat  dan kebutuhan lain seperti alat tulis, Buku, Seragam dan lain-lain. Sistem pembayaran dengan Scanner kartu RFID.

Profil PIAT 6 Bondowoso

Bahayanya Syirik Besar Jika Tidak Bertobat

BAHAYANYA SYIRIK BESAR JIKA TIDAK BERTOBAT
Syirik akbar adalah perbuatan syirik yang dapat menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Orang yang melakukan syirik besar akan ditimpa 3 musibah :
 1. Seluruh amalannya akan gugur
 Allah ﷻ berfirman,
و َلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Telah diwahyukan kepada engkau dan juga Rasulullah-Rasulullah sebelum engkau.  Apabila engkau berbuat syirik (syirik akbar) maka akan gugurlah seluruh amalanmu, dan sungguh engkau akan menjadi orang yang merugi (di neraka Jahanam).” (QS. Az-Zumar: 65)
Ancaman ini berlaku untuk umat Rasulullah Muhammad ﷺ dan juga umat seluruh utusan Allah sebelumnya. Demikian pula dalam ayat yang lain, setelah menyebutkan para utusan-Nya, Allah kemudian berfirman mengenai mereka,
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Kalau seandainya mereka berbuat kesyirikan maka akan gugur seluruh amalan yang telah mereka lakukan.” (QS. Al An’am: 88)
Ayat ini disampaikan kepada para rasul padahal mereka tentu saja tidak akan melakukan kesyirikan, karena dijaga oleh Allah ﷻ. Jadi maksudnya adalah seandainya Rasulullah Muhammad ﷺ  yang mana beliau adalah manusia yang paling mulia, yang mana surga tidak akan terbuka kecuali diketuk oleh beliau, juga melakukan kesyirikan maka amalannya akan gugur, apa lagi orang-orang yang kedudukannya berada di bawah Rasulullah ﷺ.
Sebagai contoh ada seorang hamba yang selama 60 tahun melakukan amal saleh, kemudian sebelum meninggal dunia dia melakukan syirik besar, maka amalannya selama 60 tahun tersebut baik berupa haji, sedekah, infak, dan berbakti kepada orang tua, seluruhnya gugur. Karena dia akhiri amalannya dengan berbuat syirik besar kepada Allah ﷻ.
 2. Dosanya tidak akan diampuni
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa lainnya bagi siapa yang Ia kehendaki.” (QS. An-Nisā: 48)
Jika seseorang meninggal dunia dalam kondisi berbuat maksiat, misalnya sedang berzina, atau karena bunuh diri, atau merampok lalu meninggal karena ditembak polisi, maka dia telah melakukan dosa besar yang mana belum sempat bertobat sehingga terancam dengan neraka Jahanam. Akan tetapi masih ada kemungkinan bagi Allah untuk mengampuninya.
Berbeda halnya jika dia meninggal dalam keadaan berbuat syirik besar dan belum sempat bertobat, maka mustahil diampuni oleh Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ
“Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari ayat-ayat Allah (mendustakan ayat-ayat Allah) maka tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rāf: 40)
Orang musyrik mustahil masuk ke dalam surga kecuali setelah onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum. Sedangkan tidak mungkin ada onta yang bisa masuk ke dalam lubang jarum, artinya tidak mungkin orang musyrik itu masuk surga.
3. Kekal di dalam neraka Jahanam
Allah ﷻ berfirman:
ِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَ مَأْوَاهُ النَّارُ وَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang melakukan kesyirikan kepada Allah maka telah Allah haramkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka Jahanam dan tidak ada penolong baginya.”(QS. Al-Maidah: 72)
Ketiga musibah ini saling berkaitan. Barang siapa  yang melakukan syirik besar maka seluruh amalannya akan gugur, kemudian jika ia meninggal dalam keadaan belum bertobat maka tidak akan diampuni oleh Allah, dan akan dikekalkan di dalam neraka.
Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA. Diambil Dari Buku Syarah Kitabul Jami’
Profil PIAT 6 Bondowoso
Berita Terbaru
Dokumentasi Kegiatan
Fasilitas
id_IDIndonesian